SciSpace Academy
Tutorial

Cara Melakukan Tinjauan Literatur Sistematis dengan SciSpace

DiaramakuBahasa IndonesiaSystematic review

Ringkasan

Baca 1 menit

Tutorial berbahasa Indonesia ini membahas cara memanfaatkan SciSpace secara strategis untuk menjalankan tinjauan literatur sistematis (SLR) dari awal hingga akhir. Tutorial ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti di Indonesia yang sedang menyusun atau merencanakan SLR dan menginginkan alur kerja yang lebih efisien serta dapat direplikasi oleh peneliti lain.

Poin utama

  • SLR dimulai dari pertanyaan penelitian yang jelas, strategi pencarian yang terdokumentasi, serta kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan sejak awal, sehingga berbeda dari tinjauan naratif yang lebih bergantung pada pilihan penulis.
  • SciSpace dapat dipakai untuk menemukan literatur yang relevan secara sistematis, sehingga waktu untuk pencarian awal dan penyaringan pertama menjadi lebih singkat.
  • Tutorial ini menunjukkan cara mengekstrak temuan penting dari setiap studi yang disertakan agar data siap dibandingkan antarpenelitian.
  • Sintesis analitis atas hasil banyak penelitian menjadi lebih mudah ketika temuan sudah tersusun rapi sejak tahap ekstraksi.
  • AI berperan membantu pekerjaan berulang seperti pencarian dan peringkasan, sementara penentuan kriteria, pemeriksaan data, dan keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab peneliti.
  • Penggunaan AI sebaiknya dijelaskan secara terbuka di bagian metode agar penelaah dapat menilai proses tinjauan dengan jelas dan adil.
Terapkan

Untuk menerapkannya, rumuskan pertanyaan dan kriteria Anda terlebih dahulu, lalu gunakan SciSpace untuk mencari dan meringkas studi sambil mencatat setiap keputusan seleksi yang Anda ambil sendiri.

Langkah-langkah

  1. Masukkan pertanyaan, populasi atau konteks, intervensi atau fenomena, outcome, desain, dan periode

    Ubah pertanyaan menjadi kriteria inklusi dan eksklusi yang operasional: populasi atau konteks, intervensi atau fenomena, pembanding, outcome, desain, bahasa, tahun, dan jenis publikasi. Simpan protokol sebelum pencarian.

  2. Tinjau konsep, sinonim, Boolean, database, serta batasan yang diusulkan SciSpace

    Periksa konsep, sinonim, operator Boolean, field, database, dan batasan yang diusulkan. Uji apakah studi kunci dapat ditemukan, lalu simpan query akhir, tanggal, filter, dan jumlah hasil per sumber.

  3. Uji kriteria pada sebagian tutorial sebelum screening penuh

    Terapkan kriteria pada sampel judul, abstrak, dan full text. Bahas kasus abu-abu, tetapkan alasan eksklusi standar, dan perbaiki aturan sebelum screening penuh.

  4. Buat formulir ekstraksi standar dan verifikasi variabel penting pada full text

    Deduplikasi dengan tetap menyimpan ID sumber, catat setiap keputusan screening, dan uji formulir ekstraksi pada beberapa studi. Verifikasi variabel yang memengaruhi sintesis langsung pada full text.

  5. Nilai kualitas, sintesis bukti, dokumentasikan perubahan, dan ekspor file PRISMA

    Selesaikan penilaian kualitas atau risiko bias, pilih metode sintesis yang sesuai, dan dokumentasikan perubahan dari protokol. Buat angka alur, alasan eksklusi, tabel, dan laporan PRISMA dari log aktual.

Tonton tutorialnya41 min

Bab

  1. Apa itu PRISMA 2020 dan mengapa SLR pakai SciSpace
  2. Cara memulai SLR dengan satu prompt di SciSpace Agent
  3. SciSpace vs ChatGPT: ekstraksi full-text dan PRISMA flow diagram
  4. Seperti apa laporan SLR sesuai PRISMA dari SciSpace?
  5. Cara screening paper dengan skor relevansi
  6. Kutipan relevan, ekspor BibTeX/RIS/CSV dan filter PDF
  7. Cara menemukan research gap dan ide inovasi dengan AI
  8. Membuat presentasi PowerPoint dari hasil pencarian literatur
  9. Menyusun struktur buku dengan Deep Review agent
  10. Prompt SLR detail: model konseptual dan kriteria inklusi/eksklusi
  11. Hasil SLR: executive summary, framework dan diagram
  12. Menambah kolom tabel ekstraksi data: TLDR dan metode
  13. Agent Gallery dan Paraphraser di SciSpace
  14. Cara cek teks dengan SciSpace AI Detector
  15. Ringkasan: SLR dengan SciSpace cukup dengan prompt

Coba di SciSpace

Pertanyaan umum

Apa perbedaan tinjauan literatur sistematis dan tinjauan naratif?

Tinjauan sistematis memakai pertanyaan penelitian yang jelas, strategi pencarian yang terdokumentasi, serta kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan sejak awal sehingga dapat diulang oleh peneliti lain. Tinjauan naratif lebih bergantung pada pilihan dan interpretasi penulis. Karena itu, tinjauan sistematis lebih lama dikerjakan tetapi menghasilkan bukti yang lebih transparan.

Apakah boleh menggunakan AI dalam tinjauan literatur sistematis?

Boleh, selama AI dipakai sebagai alat bantu dan bukan pengganti penilaian peneliti. AI dapat mempercepat pencarian dan peringkasan artikel, tetapi kriteria seleksi, pemeriksaan data, dan interpretasi tetap dilakukan peneliti. Sebaiknya penggunaan AI dijelaskan secara terbuka di bagian metode agar penelaah dapat menilainya.